Tuesday, September 26, 2017

Titik dari Sebuah Permulaan: Awal Sebuah Perjalanan

Tidak jelas sebenarnya dari titik mana semua ini bermula. Namun jika saya coba mundur kebelakang, beberapa tahun lalu saat dimana saya memulai sebuah perjalanan, saya menemukan alasan yang menjadi awal yang inspiratif untuk memulai sebuah perjalanan. Beberapa titik awal tersebut saya bagikan semoga dapat berguna dan menginspirasi kamu yang sudah meluangkan waktu datang dan mengunjungi saya disini.

Menantang diri sendiri untuk menembus batas diri

Batas pertama saya adalah, saya tidak begitu bagus dalam berkomunikasi dengan orang-orang baru dan batas kedua adalah kemampuan bahasa inggris yang seadanya saja. Suatu ketika saya berpikir apakah sudah cukup menjalani hidup dengan segala keterbatasan tersebut? sedikit banyak hal tersebut menjadi bahan permenungan dan evaluasi diri sendiri. Sejak saat itu terbersit keinginan untuk menantang diri sendiri dan menembus batas-batas yang ada dalam diri dan pikiran saya. Bagaimana tantangan tersebut saya ambil dan sebuah langkah nyata dipilih yaitu dengan melakukan perjalanan. Perjalanan pertama yang saya lakukan adalah sebuah perjalanan solo ke kota yang sangat istimewa yaitu Yogyakarta. Bagi sebagian orang mungkin perjalanan ke Yogyakarta merupakan tempat yang mudah dan familiar untuk dikunjungi, namun bagi saya pribadi ini adalah pengalaman pertama saya seorang diri dan yang pasti akan memaksa saya untuk lebih banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang baru, mulai dari mencari penginapan, makan, mencari alamat tujuan dan sekedar bincang-bincang pagi di angkringan saat sarapan. Perjalanan berikutnya, masih dalam hal menembus batas dan menantang diri sendiri adalah perjalan ke beberapa negara di Asia Tenggara khususnya Vietnam, Kamboja dan Thailand. Negara-negara tersebut mempunyai bahasa nasional bukan bahasa Melayu apalagi bahasa Indonesia dan keadaan tersebut mau tidak mau memaksa saya untuk berkomunikasi dalam bahasa yang mereka pahami, salah satunya adalah berbicara dalam Bahasa Inggris. Dan hei, tanpa saya sadari saya berhasil menembus batas diri saya, saya mendapat banyak teman baru dalam perjalanan tersebut dan kami saling berbagi pengalaman. Ah, sungguh terlalu, ternyata batas-batas diri ternyata hanya ada dalam pikiran saja.

Candi Prambanan, Yogyakarta
Mandiri dan yakin akan kemampuan diri
Melakukan perjalanan solo pada awalnya bukan pilihan pertama yang saya ambil. Merencanakan perjalanan dengan beberapa teman sudah sering saya lakukan. Namun semakin banyak rencana semakin jauh pula mencapai sebuah kesepakatan. Tidak jarang beberapa rencana yang sudah tertata dengan rapi harus kembali masuk dalam sebuah arsip tanpa pernah terwujud. Atas pengalaman tersebut, saya memutuskan untuk tidak bergantung dengan orang lain. Merencanakan perjalanan sendiri, percaya pada intuisi saat melakukan perjalanan dan percaya pada kemampuan diri sendiri sepertinya cocok untuk mengasah kemandirian.
Ta Prohm di Siem Reap, Kamboja
Merayakan pencapaian dalam hidup
Alasan lainnya saya melalukan perjalanan adalah merayakan pencapaian dalam hidup. Saya berpendapat pencapaian sekecil apapun dalam hidup ada baiknya untuk dirayakan, hal tersebut sedikit banyak dapat memacu dan memotivasi diri untuk melakukan prestasi yang lebih baik dikemudian hari karena saya berprinsip hari ini harus lebih baik dari kemarin. Sama seperti saat saya memberi hadiah bagi diri sendiri setelah saya menyelesaikan kuliah yang sempat tertunda beberapa tahun. Betapa perjalanan melintasi beberapa negara di Asia Tenggara lewat jalur darat menjadi hadiah termanis yang saya terima untuk pencapaian tersebut.

Kegemaran akan fotografi

Sesulit apapun kalau sudah hobi pasti dilakukan, mungkin itulah yang saya alami. Perkenalan saya dengan fotografi dimulai saat saya masih duduk di Sekolah Dasar menggunakan kamera analog milik Almarhum Ayah. Rasa penasaran mengenai cara kerja kamera sehingga dapat menangkap momen mengantarkan saya pada kegemaran memotret. Ingin mencoba pengalaman baru dalam fotografi yaitu fotografi perjalanan mengantarkan saya menginjakkan kaki di tanah-tanah yang baru.
Basilika Notre-Dame di Ho Chi Minh City, Vietnam
Menginspirasi sesama untuk meletakkan mimpi ditempat dimana seharusnya dan mewujudkan mimpi tersebut sebagaimana mestinya
Saya yakin kehadiran kita didunia pada dasarnya adalah untuk berguna bagi orang lain. Membagikan pengalaman dan cerita dibalik sebuah perjalanan menjadi pilihan saya untuk mendayagunakan diri untuk orang lain. Inti dari itu semua adalah tentang jangan takut untuk bermimpi sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya, dan yang terpenting adalah berusaha mewujudkan mimpi tersebut agar menjadi bagian hidup yang sesungguhnya. Mimpi tak sekedar hanya tentang sebuah perjalanan, banyak mimpi-mimpi yang bertabur bagai bintang namun sedikit yang berani menggapainya. Saya berpendapat mengapa saya harus takut bermimpi? Mimpi itu gratis, bebas dan saya yakin bukan sebuah kesalahan. Apakah takut tidak mampu menggapainya? Apakah takut dengan batasan yang dibuat orang lain dan diri sendiri? dan banyak ketakutan lainnya. Kalau kamu  sudah membaca awal tulisan ini, kamu tahu saya juga banyak ketakutan dan keraguan pada awalnya, namun ketakutan tersebut hanyalah tinggal sebuah kata tanpa makna jika kamu yakin dan percaya kamu mampu melampaui ketakutan tersebut. Kalau saya bisa melewatinya mengapa kamu tidak?

Mungkin benar adanya mengenai pepatah yang mengatakan Dimana ada niat, disitu ada jalan.
Saya bukan berasal dari keluarga yang berada, dari kecil kami sudah dibiasakan jika menginginkan sesuatu, kami harus berusaha sendiri untuk mendapatkannya, salah satunya dengan menyisihkan uang jajan sebagai tabungan. Tidak sebentar waktu yang saya lewati hanya untuk menabung, meskipun dengan tabungan yang seadanya, tidak membuat saya lantas mundur dari mimpi yang sudah disusun rapi tersebut. Niat untuk menjelajah tempat-tempat baru seolah direstui oleh alam semesta, keinginan tersebut seakan selalu dipermudah. Mulai dari biaya perjalanan, makan dan akomodasi yang sedapat mungkin ditekan seminimnya. Khusus untuk tiket pesawat, ini merupakan item terbesar penyebab bengkaknya biaya, namun saya bersyukur saat ini ada Skyscanner yang membantu saya dalam mencari tiket murah.



Untuk kamu yang penasaran apa itu Skyscanner, Skyscanner merupakan mesin pencari travel global yang menawarkan jasa pencarian produk penerbangan, hotel, dan penyewaan kendaraan di seluruh dunia. Jadi untuk mencari penerbangan, hotel bahkan untuk menyewa kendaraan, kamu tidak perlu direpotkan dengan membuka satu per satu website dari penyedia layanan yang ada untuk mencari harga termurah. Kamu cukup duduk dan tersambung dengan koneksi internet pada laptop maupun ponsel pintarmu dan sekali lagi “aha moments” akan tercipta, yaitu seluruh harga yang ada pada ratusan situs website akan dirangkum dalam satu situs saja yaitu Skyscanner.

Pencarian Penerbangan

Skyscanner dilengkapi dengan Inspirasi Tempat Kunjungan Wisata
Salah satu fitur yang paling saya suka di Skyscanner adalah fitur “Info Harga”, selain dua fitur unggulan lainnya yaitu “Bulan Termurah” dan “Ke Mana Saja”. Alasannya sederhana, apalagi kalau bukan tentang biaya, saya tidak perlu lagi harus selalu mengecek jika ada perubahan harga.

Mungkin inilah titik dari sebuah permulaan, yaitu tempat dimana sebuah permulaan itu berasal dan akhirnya menemukan jalan untuk pulang.
Pemesanan Penginapan sepeti Kamar Hotel, Apartemen dan Hostel

Penyewaan Kendaraan


2 comments:

  1. Terima kasih ya sudah ikutan Blog Competition "Aha Moments" Skyscanner Indonesia. Good luck :)

    ReplyDelete
  2. Jejak. Terima kasih atas partisipasinya. :)

    ReplyDelete